Oleh : Elex.S.W
Dalam kehidupan sosial kita terlalu banyak kejahatan sosial baik yang disadari maupun tanpa kesadaran pelaku.Begitu miris ketika kejahatan sosial yang dilakukan oleh pelaku yang notabennya sebagai orang tua pada anaknya sendiri.Padahal pelaku selalu bilang bahwa dia menyayangi anaknya,baik paa orang lain ataupun pada anaknya sendiri,akan tetapi pelaku tersebut membekukan kreatif anaknya,apa iya pemampatan atau pembekuan kreatif itu merupakan rasa sayang?.Begitu banyak kejahatan sosial salah satunya pembekuan kreatif,kali ini saya akan sedikit mengulas pembekuan kreatif dalam marah.
Bagaimana kita akan kreatif untuk marah atau kreatif mengungkapkan rasa marah itu sendiri?,sejak kecil kita selalu dilarang marah,katanya;"marah itu dosa,marah itu tidak baik,marah itu dilarang".Apakah saat kita ditindas kita tidak boleh marah?,saat kita dicurangi,disakiti,dihianati?,kalau memang marah itu perlu kita lakukan dan mempunyai landasan yang kuat kenapa tidak..Akhirnya setiap saat kita akan marah selalu dihentikan,lantas apakah mungkin kita melakukan ekplorasi marah atau mencari pengungkapan marah yang lain,yang lebih berkualitas mungkin,atau lebih indah,lebih elegan?.Kemudian kita menjadi bodoh,menjadi terbatas dalam mengungkapkan marah itu sendiri.Pengungkapan marah kita selalu seperti itu-itu saja,lantas kita juga menjadi gagap membaca ungkapan marah orang lain yang mengungkapkannya berbeda dengan kita.Kecenderungan orang mengungkapkan marah dengan berkata keras atau berteriak,memukul atau menghancurkan sesuatu,marah seperti ini tentu saja tidah indah menurut saya,tidak kreatif,monoton,dan berselera rendah.
Padahal kita bisa mengungkapkan rasa marah dengan bermacam cara,kita bisa marah dengan tersenyum,kita bisa marah dengan karya,kita bisa marah dengan diam dan sebagainya.Persoalannya kemampuan dalam berekspresi kita sampai dimana?,apakah kita sering mempelajarinya?.Setelah itu siapa yang kita hadapi dan bagaimana kita menyampaikan marah itu sendiri.
Seperti hal diatas yang saya katakan,bahwa kita begitu beku dalam berkreatif marah.Saat kita minim memiliki cara dalam mengungkapkan marah secara otomatis kita juga miskin atau terbatas kemampuan membaca bahasa marah orang lain,kemudian kita tidak tahu saat orang lain marah pada kita,dan kita menjadi sering menyakiti orang lain dengan membuatnya marah,itu artinya kita gagap dalam bersosial.
Lain kali saya teruskan.......
