Rabu, 30 April 2008
Syair Untuk Negeri
Kantong Genting
Tingting
Ting
Airmata rakyat jatuh menghujam genting
Tong
Tongtong
Bapak Presiden merogoh kantong
Ting
Ting
Tong
Tong
Bel neraka berdenting Menanti pejabat berpangkat cukong _/Borobudur,2007/
Kuali
"Mak kuali kita kosong, Mak
Kapan akan penuh terisi
Kuali kita gosong, Mak
Hanya kita selalu teguh hati
"Pak kuali kita kosong ,Pak
Bukan salah Bapak mengabdi
Kuali kita gosong pak
Karena negeri banyak korupsi" _/Borobudur,2007/
Keris
Likalikumu
Likalikuku
Likalikumu
Likalikulakuku
Likalikumu
Likalikulakilaki
Likalikumu
Likalikulakulakilaki
Likalikumu likalikuku lakuku lakilaki _/Borobudur,2007/
Minggu, 27 April 2008
Pujangga Malam
Pesta Malam Terakhir
Remang senja ramadhan tak semburkan jingga
Hanya awan hitam yang melingkar di lengkung sabit
Malam biru menghampar.Aku masih terjaga dalam rasa hambar tarowihku.
Burung-burung malam bergayut bercanda di ujung resah akar beringin.
Seperti melukiskan gema malam pesta terakhir di remang serambi masjid.
Pesta usai .Tubuh menghambur malam menjadi putih.
Layar fajar dikembangkan.Adzan menggema .Diri lalai.Menggelar sajadah subuh
seorang diri.Tak seperti biasa .Resah mengepul dari ujung hati yang terbakar .
Ketika ragam umat berkumpul seperti di ngangasnya padang maghsyar.Ketika keputusan akhir diundangkan .Gurat garis bibir tak pasti berubah bentuk
Kulalap getir sekaligus manis.
Aku seperti lukisan yang lepas dari bingkai. (Borobudur,19 September 2007)
Kembang Kering
Maaf
Bila kembang kering tak mewangi itu
Pernah menyayat hati
Atau pernah mengusir fajar
Yang penuh dengan cahaya putih
Kemudian terganti pagi yang kelam
Bukan maksud kumbang ini menggodamu
Dengan tarian-tarian huruf getar
Yang pernah membuatmu tak pasti
Menggoreskan warna dalam paras ayumu
Tapi aku hanya ingin memuntahkan kata
Bahwa aku pernah memiliki rasa itu
Rasa yang begitu menyakitkan karena tak mungkin memiliki
Aku akan pergi bersama angin kering Borobudur
yang akan menyisirku entah kemana. (Borobudur,19 September 2007)
Langganan:
Komentar (Atom)