
Pantomim Neraka
Lorong gelap malam durjana menjebakku
Dalam simpul simpul siksa
Aroma nyinyir mayat basi menguap lewat pori
Ketika ruh mulai menjadi bulun bulanan sang penjaga
Kini tersadar bahwa dunia tak lebih sekedar igauan dewa tidur
Tarian pilu kekal meliuk liuk diatas bara padam S
aatnya pantomim neraka hampir di gelar .
Gendang telinga tak mampu lagi mengartikan setiap jeritan
Jika di ambang fajar pentas tak lekas di cekal
Celakalah dalam kekal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar